I. PENDAHULUAN
Fazlur Rahman, seorang pembaharu yang paling bertanggung jawab pada abad ke-20, yang berpengaruh besar di pakistan, malaysia, Indonesia dan negara-negara lain (di dunia Islam), serta di Chicago Amerika (di dunia Barat) memiliki berbagai pemikiran yan terkait dengan pesoalan tersebut. Ia berhasil bersikap kritis baik terhadap warisan Islam sendiri maupun terhadap tradisi barat. Ia berhasil mengembangkan suatu metode yang dapat memberi alternatif solusi atas problem-problem umat Islam kontemporer[1].
Metode Rahman dapat dikelompokkan ke dalam tiga macam yaitu metode kritik sejarah, metode penafsiran secara sistematis, dan metode suatu gerakan ganda. Metode yang disebut terakhir dapat diterapkan untuk memberi alternatif solusi ats problem-problem umat, termasuk problem-problem pendidikan telah dicontohkan oleh Rahman untuk kasus pendidikan di Pakistan[2].
II. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah Biografinya ?
2. Apa saja karyanya ?
3. Bagaimana pemikirannya ?
III. PEMBAHASAN
A. Biografi Fazlur Rahman
Rahman lahir pada tanggal 21 September 1919 di daerah Hazara, (anak benua india) yang sekarang terletak di sebalah barat laut Pakistan. Pertama-tama ia di didik dalam sebuah kelurga Muslim yang taat beragama. Seperti pengakuan Rahman sendiri, keluarganya mengamalkan ibadah sehari-hari seperti shalat wajib, shalat sunnah, puasa sunnah, mengaji al-Qur’an, mengeluarkan Zakat, infaq, shadaqah, dan lai-lainnya. Ayahnya, Maulana Sahab al-Din, adalah seorang alim terkenal lulusan Deoband. Rahman kecil beruntung memiliki seorang ayah yang betul-betul memperhatikan pendidikannya. Ayahnya memperhatikan Rahman dalam hal mengaji al- Qur’an. Sehingga, pada usia sepuluh tahun, Rahman telah hafal al-Qur’an seluruhnya
Hal penting lain yang telah memengaruhi pemikiran keagamaan Rahman adalah bahwa dia di didik dalam sebuah keluarga dengan tradisi mazhab Hanafi; sebuah mazhab Sunni yang lebihbanyak menggunakan rasio (ra’yu) dibandingkan dengan mazhab Sunni lainnya. Selain itu, di India ketika itu telah berkembang pemikiran yang agak liberal seperti yang dikembangkan oleh Syah Waliullah, Sayid Ahmad Khan, Sir Sayid, Amir Ali, dan Muhammad Iqbal.
Kemudian, pada tahun 1933, Rahman melanjutkan studinya ke Lahore dan memasuki sekolah modern. Pada tahun 1940, dia menyelesaikan B.A.-nya dalam bidang bahasa Arab pada Universitas Punjab. Kemudian, dua tahun berikutnya (1942), ia berhasil menyelesaikan Masternya dalam bidang yang sama pada Universitas yag sama pula.
Empat tahun kemudian, tahun 1946, Rahman berangkat ke Inggris untuk melanjutkan studinya di Universitas Oxford. Di bawah bimbingan Profesor S. Van den Bergh dan H.A.R. Gibb, Rahman menyelesaikan program Ph.D.-nya pada tahun 1949, dengan disertasi tentang Ibn Sina. Dua tahun berikutnya disertasi tersebut diterbitkan oleh Oxford University Press dengan judul Avecinna’s Psychology. Pada tahun 1959 karya suntingan Rahman dari Kitab al-Nafs karya Ibn Sina diterbitkan oleh penerbit yang sama dengan judulAvecinna’s De Anima[3].
B. Karya-Karyanya
Tulisan-tulisan akademis yang dihasilkan berjumlah ratusan, baik berupa buku, artikel maupun tinjauan buku. Adapun yang akan disebut berikut ini hanyalah buku-buku yang mewarisi gagasan sentralnya saja:
1. Prophecy in Islam: Philosophy and Ortodoxy (1958) Merupakan perbandingan antara pandangan kaum filosof dan pandangan kaum teolog ortodoks (Ahl al-kalam) mengenai konsep kenabian dan wahyu.
2. Islamic Methodology in History (kumpulan artikelnya di journal of Islamic Studies antara rentang waktu 1962-1963)
Islam (1966) Buku yang salah satu bagian isinya menguraikan pandangan Rahman tentang hakikat pewahyuan al-Quran.
Islam (1966) Buku yang salah satu bagian isinya menguraikan pandangan Rahman tentang hakikat pewahyuan al-Quran.
3. The Philosophy of Mulla Shadra (1975)
4. Major Themes of the Quran (1980) Upaya untuk mencari metode yang tepat dalam menangkap arti al-Quran secara utuh dan sistematis.
5. Islam and Modernity: Transformation of an Intelektual Traditional (1982)
6. Health and Medicine in the Islamic Traditional: Change and Identity (1987). Usaha untuk menafsirkan al-Quran, hadis dan sumber-sumber lain secara kritis, dengan tujuan untuk menunjukan sikap dan pandangan Islam dalam menangani masalah-masalah kehidupan umat manusia. Padabukuini, halitulebihdifokuskanpadabidangkesehatandanpengobatan.
C. Pemikirannya
1. Pandangan Teologi Fazlur Rahman
Dari hasil analisisnya terhadap aliran-aliran teologi Islam sepanjang sejarahnya, baik teologi Mu’tazilah, Shiah maupun teologi Sunni, Rahman menemukan banyak kekurangan dan kelemahan. Menurutnya, ha litu terjadi karena masing-masing tidak memiliki konsep filosofis dan peralatan intelektual yang memadai untuk merumuskan posisi mereka masing-masing, sehingga berakibat masing-masing mengambil bentuk yang ekstrim.
Kekurangan semacam itu dalam pandangan Fazlur Rahman, perlu direformasikan kembali, sehingga bentuk-bentuk doktrin yang ekstrim dan berat sebelah dapat diintegrasikan dalam suatu pemahaman yang utuh dan padu, serta mampu menangkap esensi Islam yang sebenarnya. Berdasarkan kepada keyakinan bahwa al-Quran merupakan petunjuk bagi umat manusia, Rahman berusaha menjadikan kitab suci itu sebgai rujukan utama dalam mengembangkan ilmu-ilmu keislaman, khususnya teologi. Dengan pendekatan pemahaman yang menyeluruh terhadap al-Quran, Rahman merumuskan suatu teologi dengan meletakkan konsep-konsepnya dalam perspektif ketuhanan dan kemanusiaan, tanpa mempertentangkannya.
Pada sisi inilah, letak perbedaan wacana teologi Fazlur Rahman dengan yang dikembangkan aliran-aliran teologi secara umum. Aliran Mu’tazilah dengan paradigma yang meletakkan kedudukan akal sejajar dengan atau bahkan diatas wahyu telah mengembangkan teologi Islam yang murni didasarkan kepada argumen-argumen rasional-dialektis semata. Sedangkan aliran Asy’ariyah dan Maturidiyah, meskipun berkeyakinan bahwa wahyu berada satu tingkat di atas kemampuan akal-rasional manusia, mereka dalam realitasnya terjebak ke dalam metode dan pola yang dianut aliran Mu’tazilah.
Pada sisi inilah, letak perbedaan wacana teologi Fazlur Rahman dengan yang dikembangkan aliran-aliran teologi secara umum. Aliran Mu’tazilah dengan paradigma yang meletakkan kedudukan akal sejajar dengan atau bahkan diatas wahyu telah mengembangkan teologi Islam yang murni didasarkan kepada argumen-argumen rasional-dialektis semata. Sedangkan aliran Asy’ariyah dan Maturidiyah, meskipun berkeyakinan bahwa wahyu berada satu tingkat di atas kemampuan akal-rasional manusia, mereka dalam realitasnya terjebak ke dalam metode dan pola yang dianut aliran Mu’tazilah.
Disini Fazlur Rahman mencoba menghindari metode dialektis (debat) murni dan sudut pandang yang terlalu mengarah keatas. Dia juga menjadikan filsafat dengan segala perangkatnya itu sebagai pendekatan yang esensial dalam menangkap arti-arti yang terkandang dalam Alquran. Disamping itu teologi dalam pandangan Fazlur Rahman merupakan bagian dari disiplin ilmu-ilmu keIslaman yang bersifat dinamis, yang selalu harus ditelaah dan dikaji ulang[4].
2. Pemikiran Pendidikan Islam
Pendidikan Islam menurut Fazlur Rahman bukan sekedar perlengkapan dan peralatan fisik atau kuasi fisik pengajaran seperti buku-buku yang diajarkan ataupun struktur eksternal pendidikan, melainkan sebagai intelektualisme Islam karena baginya hal inilah yang dimaksud dengan esensi pendidikan tinggi Islam.
Pendidikan Islam dapat mencakup dua pengertian besar. Pertama,pendidikan Islam dalam pengertian praktis, yaitu pendidikan yang dilaksanakan di dunia Islam seperti yang diselenggarakan di Pakistan, Mesir, Sudan, Saudi, Iran, Turki, Maroko, dsb, mulai dari pendidikan sampai pada perguruan tinggi. Untuk konteks Indonesia, meliputi pendidikan di pesantren, di madrasah (mulai dari ibtidaiyah sampai aliyah), dan di perguruan tinggi Islam, bahka bisa juga pendidikan agama Islam di sekolah (sejak dari SD sampai lanjutan atas) dan pendidikan Islam di perguruan tinggi umum. Kedua,pendidikan tinggi Islam yang disebut dengan intelektualisme Islam. Lebih dari itu, pendidikan Islam menurut Fazlur Rahman dapat juga dipahami sebagai proses untuk menghasilkan manusia (ilmuwan) integratif, yang padanya terkumpul sifat-sifat seperti kritis, kreatif, dinamis, inovatif, progesif, adil, jujur, dsb.
Dengan mendasarkan pada al-Qur’an, tujuan pendidikan menurut Fazlur Rahman adalah untuk mengembangkan manusia sedemikian rupa sehingga semua pengetahuan yang diperolehnya akan menjadi organ pada keseluruhan pribadi yang kreatif, yang memungkinkan manusia untuk memanfaatkan sumber-sumber alam untuk kebaikan umat manusia dan untuk menciptakan keadilan, kemajuan, dan keteraturan dunia.[5]
Fazlur Rahman memberi gambaran pendidikan di lingkungan umat Islam pada era abad pertengahan dan pra modern sbb, “kelemahan pokok yang dirasakan dalam proses pembelajaran di lingkungan masyarakat muslim pada abad pertengahan, juga pada masa pra modern, adalah konsepsi mereka tentang pengetahuan (knowledge). Bertolak belakang dengan sikap dan cara berfikir keilmuan era modern mereka memandang bahwa pengetahuan sebagai sesuatu yang pada dasarnya harus dicari dan ditemukan atau dibangun secara sistematis oleh akal pikiran manusia sendiri. Dengan mengandalkan peran akal pikiran manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan, sikap keilmuwan abad pertengahan menekankan kenyataan bahwa pengetahuan adalah sesuatu yang “diperoleh”. Sikap dan posisi akal pikiran leboh bersifat pasif dan reseptif daripada bersifat kreatif dan positif..[6]
IV. KESIMPULAN
Dia menjadikan filsafat dengan segala perangkatnya sebagai pendekatan yang esensial dalam menangkap arti-arti yang terkandang dalam Al-Qur’an. Disamping itu teologi dalam pandangan Fazlur Rahman merupakan bagian dari disiplin ilmu-ilmu keIslaman yang bersifat dinamis, yang selalu harus ditelaah dan dikaji ulang.
Pendidikan Islam menurut Fazlur Rahman bukan sekedar perlengkapan dan peralatan fisik atau kuasi fisik pengajaran seperti buku-buku yang diajarkan ataupun struktur eksternal pendidikan, melainkan sebagai intelektualisme Islam karena baginya hal inilah yang dimaksud dengan esensi pendidikan tinggi Islam.
V. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk kita semua amiiinnn.
DAFTAR PUSTAKA
Sutrisno Fazlur Rahman, yogyakarta: Pustaka Pelajar,2006
Muchsin, Misri, “Filsafat Sejarah dalam Islam”, Yogyakarta, Khazanah Pustaka Indonesia, 2002
"http://www.shoutmix.com/?agusnotes">View shoutbox</a>
[1] Dr. Sutrisno,M.Ag, Fazlur Rahman, yogyakarta: Pustaka Pelajar,2006
[2] Dr. Sutrisno,M.Ag, Fazlur Rahman
[3]Drs. Misri A. Muchsin, MA, “Filsafat Sejarah dalam Islam”, Yogyakarta, Khazanah Pustaka Indonesia, 2002
[4] "http://www.shoutmix.com/?agusnotes">View shoutbox</a>
[5]Dr. Sutisno, M.Ag, “Fazlur Rahman”, Yogyakarta, Pustaka Pelajar
[6]Dr. Sutisno, M.Ag, “Fazlur Rahman”, yogyakarta, pustaka pelajar
0 comments:
Post a Comment